CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »
Tampilkan postingan dengan label Reproduksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reproduksi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Juni 2013

Teknik Teknologi Reproduksi dengan INSEMINASI

Oleh Kelompok 7

Anis Alriyanti  
Diah Ayu S.
Ira Kurniawati
Jeffry C.
Puspitasari A.
( 101.0007 )
( 101.0021 )
( 101.0053 )
( 101.0055 )
( 101.0087 )


Apa itu INSEMINASI BUATAN ?! ...

Inseminasi buatan merupakan proses bantuan reproduksi di mana sperma disuntikkan dengan kateter ke dalam vagina ( intracervical insemination ) atau rahim ( intrauterine insemination ) pada saat calon ibu mengalami ovulasi. Proses inseminasi buatan berlangsung singkat dan terasa seperti pemeriksaan papsmear. Dalam dua minggu, keberadaan janin sudah bisa dicek dengan tes kehamilan. Bila gagal, prosesnya bisa diulang beberapa kali sampai berhasil. ( Umumnya bila setelah 3-6 siklus tidak juga berhasil, dokter akan merekomendasikan metode bantuan reproduksi lainnya ).
( Sumber : http://majalahkesehatan.com/inseminasi-buatan/ )

Tujuannya apa ?! ...
Yang utama, Inseminasi dapat membantu pasangan untuk mendapatkan keturunan bila Ibu alergi pada sperma atau suami memiliki jumlah sperma sedikit atau kurang gesit.

LANGKAH - LANGKAH Inseminasi ...
Tahap pertama, yaitu tahap induksi ovulasi. Pada tahap ini dilakukan stimulasi pertumbuhan sel telur sebanyak mungkin yang dilakukan dengan pemberian Follicle Stimulating Hormone (FSH). Saat ini, FSH telah dimurnikan dan diperbanyak dengan teknologi rekombinasi DNA, misalnya nama dagang Gonal-f, sehingga dapat digunakan untuk membantu stimulasi pertumbuhan sel telur pada perempuan yang kekurangan hormon FSH. Setelah dihasilkan cukup banyak sel telur, diberikan hormon human Chorion Gonadotropin (hCG) untuk menstimulasi pelepasan sel telur yang matang. Seperti halnya FSH, hCG juga telah diproduksi dengan teknologi rekombinasi DNA, misalnya Ovidrel yang dapat diinjeksikan langsung ke jaringan di bawah kulit. Jika tidak terdapat sel telur yang matang, maturasi satu atau lebih sel telur dapat dilakukan dengan menggunakan metode OS (Ovarian Stimulation). 
Tahap kedua, yaitu tahap pengambilan sel telur. Pada tahap ini, hasil pematangan sel telur dari ovarium diamati, misalnya dengan menggunakan metode laparoskopi atau metode vaginal ultrasonik. Sel telur yang telah matang akan diambil dari ovarium dengan menggunakan jarum yang runcing, kemudian dipindahkan ke dalam cawan petri yang telah berisi medium pertumbuhan.
Tahap ketiga, yaitu fertilisasi sel telur. Pada tahap ini, sel sperma  motil yang telah diperoleh dari metodeswim-up (Henkel dan Schill, 2003) dimasukkan ke dalam cawan Petri yang telah berisi sel telur, kemudian disimpan di dalam inkubator. Pemeriksaan gamet dilakukan pada interval waktu antara fertilisasi dan maturasi. Setelah terjadi fertilisasi, embrio dibiarkan di dalam inkubator selama 3 – 5 hari.
Tahap keempat, yaitu transfer embrio. Tahap ini merupakan tahap akhir, berupa pengembalian embrio hasil fertilisasi yang telah mencapai tahap blastula. Embrio ditransplantasikan ke dalam rahim melalui kateter Teflon tanpa pembiusan. Dengan cara ini pasien dapat kembali ke rumah segera setelah transfer embrio. Untuk meningkatkan peluang terjadinya kehamilan, maka beberapa embrio ditransplantasikan ke dalam rahim 

Bagaimana Tekhniknya ...
Ada beberapa teknik inseminasi buatan yang telah dikembangkan di dunia kedokteran, antara lain ialah : 
  1. Fertilization in Vitro ( FIV ) dengan cara mengambil sperma suami dan ovum istri kemudian diproses di Vitro (tabung), dan setelah terjadi pembuahan, lalu lalu ditransper dirahim isteri.
  2. Gamet Intra Felopian Tuba ( GIFT ) dengan cara mengambil sperma suami dan ovum isteri, dan setelah dicampur terjadi pembuahan, maka segera ditahan di saluran telur (tuba falopi). Teknik kedua ini lebih alamiah dari pada teknik pertama, sebab sperma hanya bisa membuahi ovum di tuba palupi setelah terjadi ejakulasi (pancaran mani) melalui hubungan seksual.

Macam - macam Inseminasi ...
  1. Intracervical insemination ( ICI ) merupakan jenis inseminasi buatan yang paling umum digunakan. ICI merupakan proses yang kurang invasif dan bisa dilakukan cepat. Pada prosedur ini, sperma ditempatkan di leher rahim (serviks) pasien wanita. Dari leher rahim, sperma kemudian akan berenang melalui rahim menuju tuba falopi. Proses inseminasi buatan dilakukan sebelum wanita berovulasi. Spekulum digunakan untuk membuka vagina untuk mengekspos leher rahim. Kemudian, dengan bantuan kateter dan jarum suntik, dokter akan memasukkan sperma ke dalam vagina. Leher rahim kemudian ‘disumbat’ dengan spons agar sperma tidak tumpah atau bocor. Setelah sekitar 6 jam, spons bisa dilepas. Seluruh rangkaian prosedur hanya memakan waktu sekitar 5 sampai 10 menit.
  2. Intrauterine insemination ( IUI ) merupakan jenis lain inseminasi buatan. Prosedur IUI mirip dengan ICI. Bedanya, pada IUI sperma dimasukkan dalam rahum dengan bantuan kateter. Prosedur ini membutuhkan waktu kurang dari 15 menit. Sperma ditempatkan dalam rahim sebelum hari ovulasi. Sperma tersebut kemudian diharapkan berenang menuju tuba falopi untuk membuahi sel telur.



  3. Intratubal insemination ( ITI ) merupakan jenis prosedur yang kurang umum digunakan dibandingkan dengan ICI dan IUI. ITI termasuk proses invasif serta mahal. Dalam proses ini, sperma dari pasangan atau donor ditempatkan langsung di kedua tuba falopi. Metode ini dimaksudkan agar sperma tidak perlu berenang ke arah sel telur sehingga memperbesar peluang terjadinya pembuahan. Proses ini dapat dilakukan secara laparoskopi atau intraserviks. Dalam metode laparoskopi, sayatan kecil dibuat di perut untuk mecapai tuba falopi. Kateter kemudian dimasukkan ke dalam sayatan untuk menyalurkan sperma langsung ke dalam tuba falopi. Pada metode intraserviks, kateter didorong langsung menuju tuba falopi melalu vagina, leher rahim, dan rahim. Sperma kemudian disalurkan langsung ke tuba falopi melalui kateter.
  4. Intravaginal insemination ( IVI ) termasuk prosedur yang jarang digunakan. Proses IVI mirip dengan hubungan seksual alami. Pada prosedur ini sperma ditempatkan dalam vagina dekat leher rahim. Proses ini dapat dilakukan di rumah sendiri. Pertama, pasangan mengumpulkan sperma dalam gelas steril. Menggunakan bantuan alat suntik, sperma kemudian dimasukkan ke dalam vagina sedekat mungkin ke serviks agar terjadi pembuahan.
  5. Inseminasi intravaginal ( INP ) adalah jenis inseminasi yang paling sederhana, dan melibatkan penempatan sperma ke dalam vagina wanita. Idealnya, sperma harus ditempatkan sedekat mungkin dengan leher rahim mungkin. Metode inseminasi dapat digunakan saat menggunakan sperma donor, dan ketika tidak ada masalah dengan kesuburan wanita.
Macam - macam letak teknik inseminasi
Inseminasi buatan dapat membantu dalam kasus ketidaksuburan disebabkan karena suatu alasan. Oleh karena itu, pertama dan keuntungan utama dari metode ini adalah membantu dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan hamil. Sperma digunakan untuk inseminasi buatan adalah baik diperoleh dari pasangan laki-laki dari perempuan, atau dari sebuah bank sperma. Sebelumnya teknik ini hanya digunakan bagi pasangan untuk memiliki anak.

Sperma yang digunakan untuk proses ini dicuci dan diuji untuk setiap gangguan genetik atau ketidakseimbangan. Oleh karena itu, ada kemungkinan lebih rendah dari gangguan seperti yang lulus dari orang tua untuk anak. Inseminasi buatan lebih dekat dengan metode alami reproduksi, dibandingkan dengan metode lain seperti reproduksi dibantu Dalam Vitro Fertilization (IVF). Oleh karena itu, metode ini secara luas diadopsi oleh pasangan.



Bagaimana Tingkat Keberhasilannya ...